Kamis, 27 Juni 2013

Telematika Dakwah


Telematika Dakwah Mencegah Konflik Maluku

Mencermati masalah kehidupan sosial masyarakat di Maluku, telah mengharu-biru akibat imbas informasi budaya global, imbas politik, imbas BBM, dan imbas dekadensi moral. Masalah ini mengaduk-aduk pikiran dan perasaan kita semua akibat derasnya penjajahan budaya global dengan yang menawarkan pola hidup hedonisme, kapitalisme, dan materialisme(fun, food, and fashion). Budaya ini di sebarkan melalui teknologi informasi di tengah masyarakat di Indonesia termasuk Provinsi Maluku.
Keadaan ini membutukan kehadiran telematika dakwah pada  posdaya masjid untuk menghidupkan dan memberi sugesti kepada kehidupan manusia melalui silaturrahmi para imam, mubalig, dan ta’mir masjid. Menurut Raghib Isfahani bahwa dakwah adalah menggerakkan motivasi dan nalar spiritualitas manusia ke arah yang lebih aman, tenang, nyaman, tentram dan tidak ada rasa takut. Hal ini perlu diperjuangkan dengan cara memproteksi gempuran informasi negatif yang mengganggu masa depan umat Islam di Maluku.
Peran telematika dakwah untuk menggerakkan silaturrahmi antar imam, mubalig, dan ta’mir masjid dalam menjaga alam pikiran umat dari propaganda media massa, iklan-iklan yang kerap kali kurang produktif ditanamkan dalam memori masyarakat di Maluku. Kondisi ini tidak sebanding dengan konstruksi informasi di masjid sebagai pusat peradaban Islam sehingga perlu silaturrahmi antar imam, mubalig, dan penataan ta’mir masjid yang lebih profesional.

Peran telematika dakwah melalui kecanggihan teknologi informasi perlu  sebagai perpanjangan para mubalig  untuk meningatkan daya jangkau pesan dakwah di daerah terpencil di Maluku. Kondisi ini menjadi tak menentu akibat derasnya peran informasi negatif lebih menonjolkan budaya materialisme dan melupakan tradisi spiritualisme. Inilah pentingnya adanya silaturrahmi antar imam, mubalig, dan penataan ta’mir masjid yang lebih profesional.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar